Sejarah Singkat, Makna dan Tema Hari Kebangkitan Nasional 2025
Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei, bertepatan dengan hari lahirnya organisasi Boedi Oetomo. Organisasi ini dibentuk oleh para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) atau Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi, atas inisiatif dari Dr. Wahidin Sudirohusodo (1857–1917), seorang lulusan sekolah tersebut.
Boedi Oetomo kemudian menjadi sumber inspirasi bagi berbagai gerakan lainnya, termasuk Sarekat Islam yang berdiri pada tahun 1911. Sarekat Islam berkembang di luar Jawa dan Hindia Belanda, aktif memperjuangkan kemerdekaan. Di tahun yang sama, lahir pula Indische Partij, organisasi pertama yang secara terang-terangan menuntut kemerdekaan dari penjajahan.
Awal abad ke-20 menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia, karena di masa inilah tumbuh kesadaran sebagai satu bangsa secara modern. Semangat nasionalisme yang muncul ini merupakan buah dari pengaruh gerakan kebangkitan nasional yang diawali oleh Boedi Oetomo.
Sejarah Berdirinya Boedi Oetomo
Kemunculan Boedi Oetomo tidak lepas dari situasi sosial ekonomi yang memburuk pada abad ke-19, akibat dari penjajahan, sistem politik liberal, dan politik etis yang hanya menguntungkan pihak kolonial.
Melihat kondisi tersebut, Dr. Wahidin Sudirohusodo, seorang lulusan STOVIA, terdorong untuk melakukan propaganda keliling Pulau Jawa pada tahun 1906–1907, mengajak masyarakat memperjuangkan kemajuan bangsa melalui pendidikan.
Saat berkunjung ke STOVIA di Jakarta, Dr. Wahidin menyampaikan idenya kepada para mahasiswa. Gagasan tersebut disambut hangat oleh para pelajar, terutama Sutomo dan teman-temannya. Mereka bersama-sama mengembangkan ide tersebut dan secara resmi mendirikan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.
Nama "Boedi Oetomo" yang berarti “Kebangkitan Budi Pekerti Luhur” diusulkan oleh M. Soeradji, salah satu siswa. Organisasi ini menjadi wadah pemuda pertama yang secara aktif membangkitkan semangat nasionalisme di Indonesia.
Akhirnya, pada tahun 1958, pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, yang untuk pertama kalinya diperingati secara meriah di Istana Merdeka.
Makna Hari Kebangkitan Nasional
Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah masa lampau, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali arti penting persatuan, gotong royong, dan nasionalisme dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Sejak awal abad ke-20, bangsa Indonesia telah menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan bersatu, mengusir penjajah, memperjuangkan kemerdekaan, memperluas akses pendidikan, hingga mempertahankan keutuhan negara di tengah berbagai krisis.
Semangat kebangkitan nasional ini harus terus ditanamkan dan diwariskan kepada setiap generasi, agar menjadi landasan kuat dalam membangun sistem demokrasi, menjaga kedaulatan negara, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Di era globalisasi dan perubahan zaman yang pesat, nilai-nilai dalam Hari Kebangkitan Nasional tetap memiliki makna yang mendalam bahwa kebangkitan sejati dimulai dari kesadaran kolektif dan persatuan seluruh rakyat Indonesia.
Tema Hari Kebangkitan Nasional 2025
Berdasarkan Surat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 tahun ini adalah “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.”
Tema ini dipilih untuk merefleksikan semangat kolektif seluruh komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik sosial, ekonomi, hingga geopolitik untuk bangkit menuju masa depan Indonesia yang lebih kuat, sejahtera, dan mandiri.
Tema ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang dirumuskan dalam 8 Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penekanan diberikan pada pentingnya kebersamaan, persatuan, dan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama untuk mewujudkan kemajuan bangsa yang adil, mandiri, dan sejahtera.
Leave a Comment